Hidden Gate Sisi Lain Pura Agung Lempuyang Candi Bentar Bali

Hidden Gate Sisi Lain Pura Agung Lempuyang Candi Bentar Bali

Objek wisata Pura Penataran Agung Lempuyang minggu ini ramai sekali dikunjungi wisatawan mancanegara. Bahkan ada puluhan wisatawan asing rela antre 2 jam lebih agar bisa berfoto atau selfie di depan pintu surga yang ada di Candi Bentar Bali.

Terkenal lewat sosial media hingga ke mancanegara sebuah pintu candi yang menghadap langsung ke Gunung Agung saat ini ramai pengunjung. Banyak wisatawan asing menyebutnya Hidden Gate, para wisatawan harus antri dan mendapat giliran untuk berfoto dengan latar belakang Gunung Agung. Wisatawan asing dari berbagi negara, China, Eropa, Malaysia, Filipina, terlihat mengantri meskipun cuaca sangat terik.

Contohnya wisatawan dari Filipina sejak pagi mengantri untuk bisa berfoto di Hidden Gate atau Pintu Surga dengan latar Gunung Agung tersebut. Begitu pula Wisatawan dari Germany, mereka mengatakan Hidden Gate tersebut sangatlah indah, mereka mengatakan tau tempat tersebut dari postingan sosial media seorang teman.

Kelian Banjar Dinas Purwayu, I Gede Genti, justru mengaku tidak tahu ada Objek Wisata Pintu Surga. “Kami yang tinggal di sini justru baru dengar ada objek itu, biarkan saja wisatawan yang memberikan nama objek pintu surga,” kata Gede Genti. Sementara Bendesa Pakraman Purwayu, I Nyoman Jati, membenarkan candi bentar di jaba Pura Sad Kahyangan Lempuyang disebut pintu surga. “Itu kan memang pintu surga, tempat keluar masuknya Ida Bhatara saat puncak pujawali di Pura Sad Kahyangan Lempuyang,” kata Nyoman Jati.

Sebab hanya di jaba Pura Sad Kahyangan Lempuyang mampu melihat sebagian wilayah Karangasem dari ketinggian dan terlihat dari candi bentar itu posisinya sejajar dengan Gunung Agung. “Kalau Gunung Agung terlihat jelas dan ada hembusan, benar-benar seperti ada di surga. Makanya banyak wisatawan berwisata hanya untuk foto di candi bentar itu,” tambahnya. Ratusan wisman yang datang tiap hari, katanya, hanya diperkenankan sampai di jaba Pura Sad Kahyangan Lempuyang. “Jeroan pura hanya untuk persembahyangan,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *