PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) mencatat pertumbuhan kinerja sepanjang enam bulan pertama 2026. Perusahaan batu bara tersebut membukukan peningkatan penjualan, laba usaha, hingga laba bersih, dengan pasar ekspor batu bara menjadi kontributor utama pendapatan.
Berdasarkan laporan keuangan auditan yang dikutip pada 31 Agustus 2026, BSSR mencatat penjualan sebesar USD361,1 juta atau sekitar Rp6,5 triliun. Angka tersebut meningkat 11 persen dibandingkan semester I-2025 yang sebesar USD326,4 juta.
Kinerja positif tersebut turut mendorong laba bersih BSSR tumbuh 27 persen menjadi USD63 juta atau sekitar Rp1,1 triliun.
Pasar Ekspor Batu Bara Sumbang 82 Persen Penjualan BSSR
Penjualan ke luar negeri menjadi penopang utama bisnis BSSR. Nilai ekspor batu bara perusahaan mencapai USD296,5 juta atau sekitar 82 persen dari total penjualan selama semester I-2026.
Porsi pasar ekspor batu bara tersebut meningkat dibandingkan posisi akhir Juni 2025 yang sebesar 70 persen. Data ini menunjukkan bahwa pasar internasional memegang peran besar dalam kinerja penjualan Baramulti Suksessarana.
Peningkatan pendapatan yang diikuti pengendalian beban pokok penjualan turut mengangkat laba bruto BSSR sebesar 27 persen menjadi USD134,9 juta. Margin laba bruto tercatat sebesar 37,4 persen.
Efisiensi juga terlihat dari pertumbuhan beban operasional yang lebih rendah. Kondisi tersebut mendorong laba usaha naik 41 persen menjadi USD79,7 juta.
Baca Juga: IUP Tambang untuk UKM: Praktik Lama Jadi Sarang Jual-Beli Izin?
Arus Kas BSSR Menguat dan Utang Berbunga Dilunasi
Pertumbuhan kinerja BSSR juga tercermin pada arus kas dari aktivitas operasi yang mencapai USD111,6 juta, naik 27 persen secara tahunan. Angka tersebut telah memperhitungkan pembayaran royalti kepada pemerintah senilai total USD40 juta.
Dalam enam bulan, kas BSSR bertambah USD63,3 juta atau meningkat 2,5 kali dibandingkan periode semester I-2025. Hingga akhir Juni 2026, posisi kas dan setara kas mencapai USD105 juta atau sekitar Rp1,9 triliun, naik dari USD44,2 juta pada akhir tahun sebelumnya.
Di sisi lain, liabilitas meningkat 71 persen menjadi USD166,2 juta karena kenaikan utang usaha dan utang dividen. Namun, seluruh utang berbunga telah dilunasi sehingga BSSR berstatus sebagai perusahaan tanpa utang berbunga.
Ekuitas tercatat turun menjadi USD266,3 juta setelah pembayaran dividen, sedangkan total aset meningkat 17 persen menjadi USD423 juta.
Pasar ekspor batu bara menjadi faktor penting dalam kinerja BSSR sepanjang semester I-2026. Dominasi penjualan ekspor, peningkatan laba, penguatan arus kas, serta pelunasan utang berbunga menunjukkan posisi keuangan perusahaan yang semakin solid pada periode tersebut.
Demikian informasi seputar kondisi terbaru dari pasar ekspor batu bara. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Tekno-Web.Com.
